Kamis, 21 Mei 2015

Resep Sushi (Masakan Jepang)

Bahan:
§  400 gr beras Jepang, masak bersama 400 ml air dalam rice cooker
§  50 ml cuka beras
§  2 sdm gula pasir
§  3 lbr nori @ukuran 20 x 20 cm
§  100 gr smoked salmon
§  2 buah tahu aburage, iris memanjang
§  1 buah mentimun Jepang/kyuri, iris 20 x 1 x 1 cm
§  3 butir telur ayam, buat 1 dadar ukuran 12 x 15 x 1 cm, iris tebal 1 cm
Kaldu Konbu, didihkan:
§  70 ml air
§  2 cm konbu
Cara Membuat:
1.     Panaskan cuka, gula pasir dan kaldu konbu hingga mendidih di atas api kecil. Angkat, sisihkan. Campur nas ipanas dengan larutan cuka, aduk rata.
2.     Taruh selembar nori di atas tikar penggulung sushi. Ratakan nasi panas kepermukaan nori.
3.     Di ujung nasi, susun berturut-turut salmon, tahu, kyuri dan telur dadar.
4.     Gulung perlahan sambil dipadatkan. Potong sushi setebal 1 ½ cm. Sajikan segera.
Tips:
§  Beras jagung: Beras impor dari Jepang, berbutir bulat dan bila dimasak akan lengket seperti ketan. Dijual di took bahan makanan Asia.
§  Cuka beras: Cuka yang terbuat dari fermentasi beras. Berwarna bening dan dijual dalam kemasan botol kaca atau botol plastik.
§  Aburage: Tahu kering khas Jepang. Dijual siap pakai di bagian lemari pendingin atau di bagian makanan beku.
§  Konbu: Salah satu bahan dasar kaldu khas jepang. Terbuat dari rumput laut. Bentuknya tipis, berwarna hijau tua, dan permukaannya ada serbuk putih.
§  Jika tidak ada beras Jepang yang pulen, ganti dengan 300 gr beras biasa yang dicampur dengan 100 gr ketan putih.
§  Gulung sushi saat nasi masih panas agar sushi padat dan nasi merekat.
§  Sajikan dengan saus celup dari camouran kecap asin, wasabi dan acar jahe.
§  Agar jari tidak lengket saat menekan-nekan nasi, celup jari terlebih dahulu kedalam air matang.


Sumber: MajalahFemina

Label:

KEINDAHAN


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata “Indah” yaitu keadaan yang enak dipandang, cantik, dan elok. Setelah kata indah itu ditambahkan imbuhan ke-, -an maka indah yang awalnya merupakan kata sifat berubah menjadi kata benda yang memiliki arti sifat-sifat yang indah atau keelokan.

  1. Keindahan dalam arti luas 
    • Menurut The Liang Gie, keindahan adalah ide kebaikan
    • Menurut Pluto, watak yang indah dan hukum yang indah
    • Menurut Aris Toteles, Keindahan adalah sesuatu yang baik dan juga menyenangkan   
    • Jadi keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
  2. Keindahan dalam arti Estetik murni yaitu hubungan seseorang dengan segala sesuatu yang di serapnya. 
  3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu penilaian terhadap benda-benda yang diserap dengan penglihatan.
NILAI EKSTENTIK
     Nilai ekstentik merupakan sebuah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Nilai adalah suatu realitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan terdapat pada benda.
Dalam bidang filsafat, istilah nilai sering kali di pakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (googness).

 

NILAI EKSTRINSIK DAN INTRINSIK
      Sering kita mendengar bahwa cantik di luar belum tentu cantik di dalam. Atau ada banyak lelaki berkata yang penting inner beauty nya. Perlu Anda ketahui bahwa kata-kata yang baru saja Anda baca adalah salah satu kebohongan terbesar, karena di dunia ini, akui saja mana ada laki-laki yang ingin memiliki pasangan yang jelek? Terkecuali pasangan jeleknya itu sudah sangat berjasa untuk si laki-laki itu.
Ngomong-ngomong inner beauty, arti dari inner beauty adalah kecantikan dari dalam (intrinsik). Nah, kalau ada kecantikan dari dalam pasti ada kecantikan dari luar dong (ekstrinsik). Nilai intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat pada keindahan dapat dikatakan bahwa keindahan tersebut terpancar dari dalam atau terpancar dari luar. Misalkan sebuah bunga tadi, itu punya nilai ekstrinsik saja sedangkan nilai intrinsiknya kita tidak tahu karena kita tidak bisa menilai apa-apa lagi dari bunga itu selain penampilan dari bunga tersebut.

KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemplasi yaitu renungan dengan perhatian penuh. Jadi untuk memahami keindahan yang universal, keindahan yang benar-benar dirasakan oleh hati manusia, maka seseorang harus berkontemplasi atau merenung sejenak, renungkan apakah benda tersebut sangat indah menurut hati nurani seseorang. Untuk menemukan arti keindahan yang sesungguhnya seseorang harus merenung dengan penuh ketenangan dan kesadaran dalam dirinya, maka orang tersebut akan menemukan arti sesungguhnya dari keindahan tersebut.

     Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu di hubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat Kontemplasi dan Ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.

RENUNGAN
     Renungan berasal dari kata renung artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori dalam merenung ialah :
  • Teori Pengungkapan (Curahan hati)
  • Teori Metafisik (Keindahan = Kebenaran)
  • Teori Psikologis (Seni = Wujud keinginan dari otak bukan hati)
KESERASIAN
     Keserasian berasal dari kata serasi yang artinya cocok, sesuai, kena benar, selaras, sepadan, harmonis. Jadi keserasian merupakan suatu kecocokan antara dua benda atau lebih. Dalam menentukan keserasian dari perpaduan keindahan ada beberapa teori yang dapat dipakai yaitu :

  •  Teori Objektif (Benda terlihat serasi karena keindahan dari benda-benda itu sendiri)
  • Teori Subjektif (Benda terlihat serasi karena itu merupakan penilaian dari subjek yang melihat)
  • Teori Perimbangan (Penengah antara objektif dan subjektif)Source :

Sumber :

Label: