
KIPAS TANPA BALING-BALING
Cara Kerja
Udara di dorong
kedalam mesin silinder dengan daya seperti kipas pendorong yang menggunakan
cara kerja teknologi untuk mesin jet. Kemudian udara menghembus ke dalam cincin
“blade”. Lalu udara akan menekan keluar melalui celah 1,3 milimeter (kurang
dari seperenam belas inchi) yang berputar sepanjang cincin blade.
Kemudian bagian
tersulit yang dikembangakn selama 4 tahun masa percobaan adalahbagian Setelah
udara keluar dari celah cincin “blade”, udara berhembus ke tiap sudut cincin,
yang bentuknya mengambil model sayap pesawat terbang. Bayangkan sayap pesawat
terbang di aplikasikan memutar sepanjang cincin, udara ditahan agar terarah
menghembus sepanjang sudut tertentu sayap pesawat terbang, sehingga pada sudut
tertentu kecepatan udara meningkat, membentuk area bertekanan udara rendah.
Kemudian membentuk wilayah hembusan angin yang lembut.
Setelah udara
keluar dari loop, sebuah tekanan rendah menekan air dari sepanjang kipas angin,
dan udara sekitar (depan) juga tertekan memasuki putaran. Dan sihembuskan
keluar, begitu seterusnya. Mekanisme ini juga merupakan jalan untuk menciptakan
turbulen udara bebas yang cara kerjanya seperti “blades”.
Dengan menggunakan
teknologi “blade” ini memeiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan kipas
angin konvensional; Tidak perlu pengaman, bagian-bagiannya mudah dibersihkan,
cukup digerakkan dengan motor dynamo yang kecil, dan hembusan angin yang
dihasilkan, putarannya bisa dikontrol atau di rubah-rubah menggunakan switch
yang ada.(livesciense)
Keunggulan
Ada beberapa
keuntungan-keuntungan di dalam menggunakan teknologi ‘Air Multiplier’:
1. Karena tidak ada bagian yang berputar kencang (yang dapat berbahaya jika
disentuh), maka tidak perlu ada kawat pelindung.
2. Tidak perlu sering-sering dibersihkan karena tidak ada baling-balingnya
3. Pengatur kekencangan bisa menggunakan dimmer (seperti saklar putar pengatur terang/redupnya lampu)
2. Tidak perlu sering-sering dibersihkan karena tidak ada baling-balingnya
3. Pengatur kekencangan bisa menggunakan dimmer (seperti saklar putar pengatur terang/redupnya lampu)
Di dalam sebuah wawancara dengan Dyson, ia mengatakan: “Saya selalu kecewa dengan kipas angin biasa. Baling-baling yang berputar memotong aliran udara, menyebabkan suara mengganggu. Selain itu susah dibersihkan dan anak-anak selalu ingin memasukkan jari-jari mereka melalui lubang-lubang kawat. Jadi kami mengembangkan sebuah jenis kipas angin baru yang tidak menggunakan baling-baling".
Label: Teknologi


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda